Selasa, 01 Januari 2013
apa salahnya menangis
Apa salahnya menangis, jika memang dengan menangis itu manusia menjadi sadar. Sadar akan kelemahan-kelemahan dirinya, saat tiada lagi yang sanggup menolongnya dari keterpurukan selain Allah Swt. Kesadaran yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Bukankah kondisi hati manusia tiada pernah stabil? Selalu berbolak balik menuruti keadaan yang dihadapinya. Ketika seseorang menghadapi kebahagiaan maka hatinya akan gembira dan saat dilanda musibah tidak sedikit orang yang putus asa bahkan berpaling dari kebenaran.
Sebagian orang menganggap menangis itu adalah hal yang hina, ia merupakan tanda lemahnya seseorang. Bangsa Yahudi selalu mengecam cengeng ketika anaknya menangis dan dikatakan tidak akan mampu melawan musuh-musuhnya. Para orang tua di Jepang akan memarahi anaknya jika mereka menangis karena dianggap tidak tegar menghadapi hidup. Menangis adalah hal yang hanya dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai prinsip hidup.
Bagi seorang muslim yang mukmin, menangis merupakan buah kelembutan hati dan pertanda kepekaan jiwanya terhadap berbagai peristiwa yang menimpa dirinya maupun umatnya. Rasulullah Saw meneteskan air matanya ketika ditinggal mati oleh anaknya, Ibrahim. Abu Bakar Ashshiddiq ra digelari oleh anaknya Aisyah ra sebagai Rojulun Bakiy (Orang yang selalu menangis). Beliau senantiasa menangis, dadanya bergolak manakala sholat dibelakang Rasulullah Saw karena mendengar ayat-ayat Allah. Abdullah bin Umar suatu ketika melewati sebuah rumah yang di dalamnya ada sesorang sedang membaca Al Qur’an, ketika sampai pada ayat: “Hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” (QS. Al Muthaffifin: 6). Pada saat itu juga beliau diam berdiri tegak dan merasakan betapa dirinya seakan-akan sedang menghadap Robbnya, kemudian beliau menangis. Lihatlah betapa Rasulullah Saw dan para sahabatnya benar-benar memahami dan merasakan getaran-getaran keimanan dalam jiwa mereka. Lembutnya hati mengantarkan mereka kepada derajat hamba Allah yang peka.
Bukankah diantara tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan Allah adalah orang yang berdoa kepada Robbnya dalam kesendirian kemudian dia meneteskan air mata? Tentunya begitu sulit meneteskan air mata saat berdo'a sendirian jika hati seseorang tidak lembut. Yang biasa dilakukan manusia dalam kesendiriannya justru maksiat. Bahkan tidak sedikit manusia yang bermaksiat saat sendiri di dalam kamarnya seorang mukmin sejati akan menangis dalam kesendirian dikala berdo'a kepada Tuhannya. Sadar betapa berat tugas hidup yang harus diembannya di dunia ini.
Di zaman ketika manusia lalai dalam gemerlap dunia, seorang mukmin akan senantiasa menjaga diri dan hatinya. Menjaga kelembutan dan kepekaan jiwanya. Dia akan mudah meneteskan air mata demi melihat kehancuran umatnya. Kesedihannya begitu mendalam dan perhatiannya terhadap umat menjadikannya orang yang tanggap terhadap permasalahan umat. Kita tidak akan melihat seorang mukmin bersenang-senang dan bersuka ria ketika tetangganya mengalami kesedihan, ditimpa berbagai ujian, cobaan, dan fitnah. Mukmin yang sesungguhnya akan dengan sigap membantu meringankan segala beban saudaranya. Ketika seorang mukmin tidak mampu menolong dengan tenaga ataupun harta, dia akan berdoa memohon kepada Tuhan semesta alam.
Menangis merupakan sebuah bentuk pengakuan terhadap kebenaran. “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata: “Ya Robb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad)”. (QS. Al Maidah: 83). Ja’far bin Abdul Mutholib membacakan surat Maryam ayat ke-16 hingga 22 kepada seorang raja Nasrani yang bijak. Demi mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, bercucuranlah air mata raja Habsyah itu. Ia mengakui benarnya kisah Maryam dalam ayat tersebut, ia telah mengenal kebenaran itu dan hatinya yang lembut menyebabkan matanya sembab kemudian menangis. Raja yang rindu akan kebenaran benar-benar merasakannya.
Orang yang keras hatinya, akan sulit menangis saat dibacakan ayat-ayat Allah. Bahkan ketika datang teguran dari Allah sekalipun ia justru akan tertawa atau malah berpaling dari kebenaran. Sehebat apapun bentuk penghormatan seorang tokoh munafik Abdullah bin Ubay bin Salul kepada Rasulullah Saw, sedikit pun tidak berpengaruh pada hatinya. Ia tidak peduli ketika Allah Swt mengecam keadaan mereka di akhirat nanti, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan neraka yang paling bawah. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolongpun bagi mereka”. (QS. An Nisa’: 145)
Barangkali di antara kita yang belum pernah menangis, maka menangislah disaat membaca Al Qur’an, menangislah ketika berdo'a di sepertiga malam terakhir, menangislah karena melihat kondisi umat yang terpuruk, atau tangisilah dirimu karena tidak bisa menangis ketika mendengar ayat-ayat Allah. Semoga hal demikian dapat melembutkan hati dan menjadi penyejuk serta penyubur iman dalam dada. Ingatlah hari ketika manusia banyak menangis dan sedikit tertawa karena dosa-dosa yang diperbuatnya selama di dunia. “Maka mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS At Taubah: 82).
Jadi apa salahnya menangis?.
Jumat, 28 Desember 2012
Salahudin Al Ayubi “Singa Padang Pasir”
Salahudin Al Ayubi
atau sering juga di sebut sebagai “Saladin” di dunia barat,
merupakan panglima perang Muslim yang dikagumi kepiawaian berperang serta
keshalihannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya. Keberanian dan
kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib.
Juli 1192 sepasukan
muslim dalam perang salib menyerang tenda-tenda pasukan salib diluar benteng
kota Jaffa, termasuk didalamnya ada tenda Raja Inggris, Richard I. Raja Richard
pun menyongsong serangan pasukan muslim dengan berjalan kaki bersama para prajuritnya.
Perbandingan pasukan muslim dengan Kristen adalah 4:1. Salahudin Al Ayubi yang
melihat Richard dalam kondisi seperti itu berkata kepada saudaranya : ”
Bagaimana mungkin seorang raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah
ambil kuda arab ini dan berikan kepadanya, seorang laki-laki sehebat dia tidak
seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki “. Fragmen diatas dicatat
sebagai salah satu karakter yang pemurah dari Salahudin, bahkan kepada musuhnya
sekalipun. Walalupun sedang diatas angin tetap berlaku adil dan menghormati
lawan-lawannya.
Sejarah Hidup Salahudin
Salahudin lahir disebuah kastil di Takreet tepi sungai Tigris
(daerah Irak) tahun 1137 Masehi atau 532 Hijriyah. Bernama asli Salah al-Din
Yusuf bin Ayub. Ayahnya Najm ad-Din masih keturunan suku Kurdi dan menjadi
pengelola kastil itu. Setelah kelahiran Salahudin keluarga Najm-ad-Din bertolak
ke Mosul, akibat ada konflik didalam kastil. Di Mosul , keluarga Najm bertemu
dan membantu Zangi, seorang penguasa arab yang mencoba menyatukan daerah-daerah
muslim yang terpecah menjadi beberapa kerajaan seperti Suriah, Antiokhia,
Aleppo, Tripoli, Horns, Yarussalem, Damaskus.
Zangi berhasil menguasai Suriah selanjutnya Zangi bersiap untuk
menghadapi serbuan tentara Salib dari Eropa yang telah mulai memasuki
Palestina. Zangi bersama saudaranya; Nuruddin menjadi mentor bagi Salahudin
kecil yang mulai tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga ksatria. Dari
kecil sudah mulai terlihat karakter kuat Salahudin yang rendah hati, santu
serta penuh belas kasih. Zangi meninggal digantikan Nuruddin. Paman Salahudin,
Shirkuh kemudian ditunjuk untuk menaklukan Mesir yang saat itu sedang dikuasai
dinasti Fatimiyah. Setelah penyerangan kelima kali, tahun 1189 Mesir dapat
dikuasai. Shirkuh kemudian meninggal. Selanjutnya Salahudin diangkat
oleh Nuruddin menjadi pengganti Shirkuh.
Salahudin yang masih muda dan dinggap “hijau” ternyata mampu
melakukan mobilisasi dan reorganisasi pasukan dan perekonomian di Mesir,
terutama untuk menghadapi kemungkinan serbuan balatentara Salib. Berkali-kali
serangan pasukan Salib ke Mesir dapat Salahudin patahkan. Akan tetapi
keberhasilan Salahudin dalam memimpin mesir mengakibatkan Nuruddin merasa
khawatir tersaingi. Akibatnya hubungan mereka memburuk. Tahun 1175 Nuruddin
mengirimkan pasukan untuk menaklukan Mesir. Tetapi Nuruddin meninggal saat
armadanya sedang dalam perjalanan. Akhirnya penyerangan dibatalkan. Tampuk
kekuasaan diserahkan kepada putranya yang masih sangat muda. Salahudin
berangkat ke Damaskus untuk mengucapkan bela sungkawa.
Kedatangannya banyak disambut dan dielu-elukan. Salahudin
yang santun berniat untuk menyerahkan kekuasaan kepada raja yang baru dan masih
belia ini. Pada tahun itu juga raja muda ini sakit dan meninggal. Posisinya
digantikan oleh Salahudin yang diangkat menjadi pemimpin kekhalifahan Suriah
dan Mesir.
Salahudin dan Perang
Salib
Saat Salahudin berkuasa, perang salib sedang berjalan dalam fase
kedua dengan dikuasainya Yerussalem oleh pasukan Salib. Namun pasukan Salib
tidak mampu menaklukan Damaskus dan Kairo. Saat itu terjadi gencatan senjata
antara Salahudin dengan Raja Yerussalem dari pasukan Salib, Guy de Lusignan.
Perang salib yang disebut-sebut sebagai fase ketiga dipicu oleh
penyerangan pasukan Salib terhadap rombongan peziarah muslim dari Damaskus.
Penyerangan ini dipimpin oleh Reginald de Chattilon penguasa kastil di Kerak
yang merupakan bagian dari Kerajaan Yerussalem. Seluruh rombongan kafilah ini
dibantai termasuk saudara perempuan Salahudin. Insiden ini menghancurkan
kesepakatan gencatan senjata antara Damaskus dan Yerussalem. Maret 1187 setelah
bulan suci Ramadhan, Salahudin menyerukan Jihad Qittal. Pasukan muslimin
bergerak menaklukan benteng-benteng pasukan Salib. Puncak kegemilangan
Salahudin terjadi di Perang Hattin.
Perang Hattin terjadi di bulan Juli yang kering. Pasukan muslim
dengan jumlah 25000 orang mengepung tentara salib didaerah Hattin yang
menyerupai tanduk. Pasukan muslim terdiri atas 12000 orang pasukan berkuda
(kavaleri) sisanya adalah pasukan jalan kaki (infanteri). Kavaleri pasukan
muslim menunggangi kuda yaman yang gesit dengan pakaian dari katun ringan
(kazaghand) untuk meminimalisir panas terik di padang pasir. Mereka
terorganisir dengan baik, berkomunikasi dengan bahasa arab. Pasukan dibagi
menjadi beberapa skuadron kecil dengan menggunakan taktik hit and run.
Pasukan salib terdiri atas tiga bagian. Bagian depan pasukan
adalah pasukan Hospitaler, bagian
tengah adalah batalyon kerajaan yang dipimpin Guy de Lusignan yang juga membawa
Salib besar sebagai lambang kerajaan. Bagian belakang adalah pasukan ordo Knight Templar yang dipimpin Balian dari Ibelin. Bahasa yang
mereka gunakan bercampur antara bahasa Inggris, Perancis dan beberapa bahasa
eropa lainnya. Seperti umumnya tentara Eropa mereka menggunakan baju zirah dari
besi yang berat, yang sebetulnya tidak cocok digunakan di perang padang pasir.
Salahudin memanfaatkan
celah-celah ini. Malam harinya pasukan muslimin membakar rumput kering
disekeliling pasukan Salib yang sudah sangat kepanasan dan kehausan. Besok
paginya Salahudin membagikan anak panah tambahan pada pasukan kavalerinya untuk
membabat habis kuda tunggangan musuh. Tanpa kuda dan payah kepanasan, pasukan
salib menjadi jauh berkurang kekuatannya. Saat peperangan berlangsung dengan
kondisi suhu yang panas hampir semua pasukan salib tewas. Raja Yerussalem Guy
de Lusignan berhasil ditawan sedangkan Reginald de Chattilon yang pernah
membantai khalifah kaum muslimin langsung dipancung. Kepada Raja Guy, Salahudin
memperlakukan dengan baik dan dibebaskan dengan tebusan beberapa tahun
kemudian.
Menuju Yerussalem
Dari Hattin, Salahudin bergerak menuju kota-kota Acre, Beirut dan
Sidon untuk dibebaskan. Selanjutnya Salahudin bergerak menuju Yerussalem. Dalam
pembebasan kota-kota ataupun benteng Salahudin selalu mengutamakan jalur
diplomasi dan penyerahan daripada langsung melakukan penyerbuan militer.
Pasukan Salahudin mengepung Kota Yerussalem , pasukan salib di Yerussalem
dipimpin oleh Balian dari Obelin. Empat hari kemudian Salahudin menerima
penawaran menyerah dari Balian. Yerussalem diserahkan ketangan kaum muslimin.
Salahuddin menjamin kebebasan dan keamanan kaum Kristen dan Yahudi. Fragmen ini
di abadikan dalam film “Kingdom Of Heaven” besutan sutradara
Ridley Scott. Tanggal 27 Rajab 583 Hijriyah atau bertepatan dengan Isra Mi’raj
Rasulullah SAW, Salahudin memasuki kota Yerussalem.
Ada suatu percakapan dalam film Kingdom Of Heaven yang menarik
bagi penulis, yang kurang lebih seperti ini :
Balian : ”Saya
serahkan kunci kota Yerussalem kepada anda, tapi anda harus dapat bisa menjamin
keselamatan kami, orang-orang non-muslim”
Salahudin: ”Saya akan
jamin keselamatan anda”
Balian : ” Apa yang
dapat menjamin kami bahwa anda akan menepati janji anda ?” (Balian masih ingat
saat-saat Yerussalem jatuh ke tangan pasukan Salib, banyak penduduk sipil
muslim yang dibantai sampai kota Yerussalem sesak oleh mayat, dan Balian
khawatir Salahudin melakukan hal yang sama )
Salahudin : ” (diam
sejenak..menatap tajam Balian) Saya akan menepati janji, Insya Allah ..saya
adalah Salahudin saya bukan seperti orang-orang anda”.
…………………………………………………………
Di Yerussalem, Salahudin kembali menampilkan kebijakan dan sikap
yang adil sebagai pemimpin yang shalih. Mesjid Al-Aqsa dan Mesjid Umar bin
Khattab dibersihkan tetapi untuk Gereja Makam Suci tetap dibuka serta umat
Kristiani diberikan kebebasan untuk beribadah didalamnya. Salahudin berkata :”
Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama lain”. Sangat kontras
dengan yang dilakukan para pasukan Salib di awal penaklukan kota Yerussalem
(awal perang salib), sejarah mencatat kota Yerussalem digenangi darah dan mayat
dari penduduk muslimin yang dibantai. Sikap Salahudin yang pemaaf dan murah
hati disertai ketegasan adalah contoh kebaikan bagi seluruh alam yang
diperintahkan ajaran Islam.
Salahudin Al-Ayubi tidak tinggal di istana megah. Ia justru
tinggal di mesjid kecil bernama Al-Khanagah di Dolorossa. Ruangan yang
dimilikinya luasnya hanya bisa menampung kurang dari 6 orang.Walaupun sebagai raja besar dan pemenang perang, Salahudin
sangat menjunjung tinggi kesederhanaan dan menjauhi kemewahan serta korupsi.
Salahudin berhasil mempertahankan Yerussalem dari serangan musuh
besarnya Richard The Lion Heart, Raja Inggris. Richard menyerang dan
mengepung Yerussalem Desember 1191 dan Juli 1192. Namun
penyerangan-penyerangannya dapat digagalkan oleh Salahudin. Kepada musuhnya pun
Salahudin berlaku penuh murah hati. Saat Richard sakit dan terluka, Salahudin
menghentikan pertempuran serta mengirimkan hadiah serta tim pengobatan kepada
Richard. Richard pun kembali ke Inggris tanpa berhasil mengalahkan Salahudin.
Sepanjang sejarah Yerussalem sebagai kota suci bagi tiga agama,
sejak ditaklukan Salahudin, Yerussalem belum pernah jatuh ketangan pihak lain.
Baru setelah Perang Dunia I, Yerussalem jatuh ketangan Inggris yang kemudian
diserahkan ke tangan Israel.
Semasa hidupnya Salahudin lebih banyak tinggal di barak militer
bersama para prajuritnya dibandingkan hidup dalam lingkungan istana. Salahudin
wafat 4 Maret 1193 di Damaskus. Para pengurus jenazah sempat terkaget-kaget
karena ternyata Salahudin tidak memiliki harta. Ia hanya memiliki
selembar kain kafan yang selalu di bawanya dalam setiap perjalanan dan uang
senilai 66 dirham nasirian (mata uang Suriah waktu itu).
Sampai sekarang Salahudin Al-Ayubi tetap dikenang sebagai pahlawan
besar yang penuh sikap murah hati.
Disadur dari GREAT
COMMANDERS OF THE BATTLE FIELDS
Senin, 24 Desember 2012
TUGAS PTI
Alasan saya memilih perguruan tinggi raharja dikarenakan letaknya
yang strategis sehingga dapat di jangkau dari daerah manapun, selain itu
kelengkapan fasilitas yang menujang untuk kegiatan belajar dan mengajar serta
tenaga pengajar yang professional membuat perguruan tinggi yang juga biasa
disebut green campus ini menjadi salah satu kampus unggulan di daerah tangerang, dan sebuah
kebanggan dan kesenagan bagi saya menjadi bagian dalam pribadi
raharja.
Perguruan
tinggi raharja memiliki dua jenjang study yaitu STIMIK Raharja(sekolah tinggi ilmu computer) dan AMIK Raharja
(akademi ilmu computer). Dan alsan saya menulis artikel ini dikarnakan artikel
ini merupakan bagian dari proyek akhir dari tugas PTI yang diberikan oleh Bapak
Muhammad Rachman Mulyandi
yang memiliki website www.yanditilly.com.
Senin, 10 Desember 2012
cara unik belajar bahasa inggris
Bagi sebagian orang (lebih khusus lagi bagi para pelajar), Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti. Entah kenapa. Mungkin saja kebanyakan dari kita enggan untuk keluar dari zona nyaman. Ya, kita sudah terlalu nyaman dengan kondisi lingkungan yang ada disekitar kita. Termasuk dalam hal ini adalah bahasanya.
Aku ingat ketika dulu masih SMA
Aku ingat ketika dulu masih SMA
, begitu banyak teman-temanku yang memilih untuk takut lebih dulu mempelajari bahasa Inggris dibandingkan mengatasi ketakutan itu. Mereka merasa bahasa Inggris adalah monster yang menakutkan. Karena itu, memilih diam adalah jalan yang terbaik menurut mereka.
Alasan lain yang membuat bahasa Inggris menjadi momok adalah cara mengajar bahasa Inggris di sekolah yang kurang efektif. Kebanyakan biasanya para guru-guru bahasa Inggris mengajarkan tenses dan grammar lebih dulu kepada para siswa, sebelum siswa itu menyukai bahasa Inggris dulu.
Sebenarnya ini bukan kesalahan guru 100% deh. Soalnya kan guru hanya menjalankan kurikulum yang katanya menjadi panduan kita jika ingin sukses di masa depan. Karena itu, kita sebagai siswalah yang harus lebih kreatif agar suasana belajar Bahasa Inggris ini bisa lebih kondusif bagi kita. Bagaimana caranya ?
Buang Jauh-Jauh Tenses dan Grammar
Agak ironis memang. Tapi itulah yang harus kamu lakukan pertama. Ciptakan dulu rasa suka pada Bahasa Inggris. Buatlah cara belajar bahasa Inggris kita seperti saat kita belajar bahasa Indonesia sewaktu kita kecil dulu.
Apakah waktu kecil kita memikirkan tata bahasa ? Misalnya kalau mau minta susu, masa’ kita ngucapin kayak gini “Ibu, bolehkah saya meminta susu untuk saya minum ? Saya sedang haus” Hahaha lucu kan kedengarannya.
Nah, sama aja dengan mempelajari bahasa Inggris. Tata bahasa yang baik itu emang perlu, tapi kalau kita belajar bahasa Inggris langsung dengan tata bahasa yang teratur dan baik, akan sama kedengarannya dengan anak kecil yang meminta susu tadi.
Jadi pokoknya kita asal ngomong aja. Tapi ga asal-asal banget. Yang penting orang ngerti apa yang kita sampaikan itu udah cukup kok. Di negara asalnya pun, banyak orang-orang yang berbicara tanpa grammar (tata bahasa) yang bener kok. Jadi ga perlu takut apalagi minder dengan nilai tata bahasa kamu yang jelek. Pede aja lagi.
Banyakin Kosa Kata dengan Kartu-Kartu
Nah, kalau ga musingin tenses dan grammar, apa yang sebaiknya kita pelajari dulu ?
Kosa kata (vocabulary). Ini yang paling penting. Karena bagaimanapun pintarnya kita tenses dan grammar, kalau kosa kata kita kurang, ya tetep ga akan bisa ngomong juga. Sebaliknya kalau kosa kata bahasa Inggris kita banyak, walaupun tata bahasa kita ancur, kita tetep bisa ngomong dan orang yang kita ajak ngomong itu akan ngerti.
Tantangannya sekarang adalah, bagaimana cara kita menghapal kata-kata bahasa Inggris yang jumlahnya jutaan atau milyaran itu ya ? Oh ya, asal kamu tahu, sebenarnya dalam 80% pembicaraan menggunakan bahasa Inggris, kita hanya menggunakan lebih kurang 1200 kata aja. Itu kata-kata yang umum dipakai.
Jadi kalau kita bisa menghapalkan 1200 kata itu, Insya Allah kita akan bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris. Percaya deh. Nah gimana menyiasati agar kita semakin mudah menghapalnya ? Ini dia tipsnya, menggunakan kartu-kartu.
Pertama potonglah kertas (boleh HVS, kuarto, atau karton) seukuran KTP atau kartu nama. Nah tuliskanlah dibagian depan itu kata bahasa inggris yang belum bisa kamu hapal. Nah dibawah kata itu tuliskan juga contoh katanya dalam sebuah kalimat bahasa Inggris.
Kemudian di belakang kartu itu, tulislah artinya dalam bahasa Indonesia (atau bahasa jawa juga bisa, kalau kamu lebih fasih bahasa jawa dibandingkan bahasa Indonesia ). Trus dibawahnya tulis juga arti dari kalimat bahasa Inggris yang kamu tulis di depan kartu itu.
Susah nulis kalimatnya ? Gampang kok, cari aja di kamus. Biasanya kamus yang bagus juga langsung menyebutkan penggunaan kata tersebut dalam contoh kalimat. Mungkin kamus itu agak sedikit mahal dibandingkan kamus yang tulisannya “100 Milyar kata Bahasa Inggris – Lengkap !”, tapi investasi kamu ga akan percuma kok. Lebih baik beli 2 kamus sekaligus. Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris.atau bisa jga pakai google translate tapi katanya agak acak2kn atau ga sesuai sama grammar tapi ga msalah sih klau kita mau sedikit irit atau terlalu pelit untuk mengeluarkan modal,,heheheh
Udah jadi ? Cukup 5 kartu aja kok perhari. Ga usah banyak-banyak dulu. Kalau kamu bisa ngapal 5 kata aja perhari, trus sebulan kamu bisa hapal 150 kata kan ? Nah dalam 8 bulan kamu udah bisa menghapal 1200 kata. Mudah kan ?
Memang membuat kartu-kartu ini sangat mudah, tapi konsistensi adalah hal yang paling sulit. Karena itu kamu harus menekankan di diri kamu kalau kamu ingin sungguh-sungguh belajar Bahasa Inggris. Insya Allah langkah kamu akan dimudahkan kok.
Banyakin Baca Blog Berbahasa Inggris
Karena saya blogger dan sya yakin seyakin yakinnya:) bnyak dari kita jg pengguna blog alias bloger, maka saya menganjurkan agar kalian banyak membaca blog-blog berbahasa inggris.
Awalnya sih akan sngat membingungkan karena semua artikelnya menggunakan bahasa Inggris (ya iyalah, masa’ bahasa Jawa ? hehehe). Tapi coba deh kita paksakan untuk membacanya blog tersebut. yang terpenting adalah kamu bisa mengerti maksud dari artikel itu. Bukan ngerti kata per kata.
Biasanya bahasa blog itu lebih mudah dimengerti dibandingkan bila kita membaca artikel bahasa Inggris dalam sebuah majalah, buku ataupun koran. Karena dalam majalah, buku ataupun koran itu, menggunakan bahasa Inggris yang kaku. Ga seperti blog yang menggunakan cara penyampaian seperti orang berbicara.
Nih aku kasih daftar blog yang bagus kamu baca untuk ningkatin kemampuan kamu berbahasa Inggris :
Ya, semua blog yang menggunakan bahasa inggris:) Jadi kalian sekaligus bisa belajar berbagai hal tentang blog. Sekali mendayung dua tiga pulau eh dua tiga blog terlampaui kan ?
Jadi belajar bahasa Inggris ga sulit lagi kan:)
Alasan lain yang membuat bahasa Inggris menjadi momok adalah cara mengajar bahasa Inggris di sekolah yang kurang efektif. Kebanyakan biasanya para guru-guru bahasa Inggris mengajarkan tenses dan grammar lebih dulu kepada para siswa, sebelum siswa itu menyukai bahasa Inggris dulu.
Sebenarnya ini bukan kesalahan guru 100% deh. Soalnya kan guru hanya menjalankan kurikulum yang katanya menjadi panduan kita jika ingin sukses di masa depan. Karena itu, kita sebagai siswalah yang harus lebih kreatif agar suasana belajar Bahasa Inggris ini bisa lebih kondusif bagi kita. Bagaimana caranya ?
Buang Jauh-Jauh Tenses dan Grammar
Agak ironis memang. Tapi itulah yang harus kamu lakukan pertama. Ciptakan dulu rasa suka pada Bahasa Inggris. Buatlah cara belajar bahasa Inggris kita seperti saat kita belajar bahasa Indonesia sewaktu kita kecil dulu.
Apakah waktu kecil kita memikirkan tata bahasa ? Misalnya kalau mau minta susu, masa’ kita ngucapin kayak gini “Ibu, bolehkah saya meminta susu untuk saya minum ? Saya sedang haus” Hahaha lucu kan kedengarannya.
Nah, sama aja dengan mempelajari bahasa Inggris. Tata bahasa yang baik itu emang perlu, tapi kalau kita belajar bahasa Inggris langsung dengan tata bahasa yang teratur dan baik, akan sama kedengarannya dengan anak kecil yang meminta susu tadi.
Jadi pokoknya kita asal ngomong aja. Tapi ga asal-asal banget. Yang penting orang ngerti apa yang kita sampaikan itu udah cukup kok. Di negara asalnya pun, banyak orang-orang yang berbicara tanpa grammar (tata bahasa) yang bener kok. Jadi ga perlu takut apalagi minder dengan nilai tata bahasa kamu yang jelek. Pede aja lagi.
Banyakin Kosa Kata dengan Kartu-Kartu
Nah, kalau ga musingin tenses dan grammar, apa yang sebaiknya kita pelajari dulu ?
Kosa kata (vocabulary). Ini yang paling penting. Karena bagaimanapun pintarnya kita tenses dan grammar, kalau kosa kata kita kurang, ya tetep ga akan bisa ngomong juga. Sebaliknya kalau kosa kata bahasa Inggris kita banyak, walaupun tata bahasa kita ancur, kita tetep bisa ngomong dan orang yang kita ajak ngomong itu akan ngerti.
Tantangannya sekarang adalah, bagaimana cara kita menghapal kata-kata bahasa Inggris yang jumlahnya jutaan atau milyaran itu ya ? Oh ya, asal kamu tahu, sebenarnya dalam 80% pembicaraan menggunakan bahasa Inggris, kita hanya menggunakan lebih kurang 1200 kata aja. Itu kata-kata yang umum dipakai.
Jadi kalau kita bisa menghapalkan 1200 kata itu, Insya Allah kita akan bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris. Percaya deh. Nah gimana menyiasati agar kita semakin mudah menghapalnya ? Ini dia tipsnya, menggunakan kartu-kartu.
Pertama potonglah kertas (boleh HVS, kuarto, atau karton) seukuran KTP atau kartu nama. Nah tuliskanlah dibagian depan itu kata bahasa inggris yang belum bisa kamu hapal. Nah dibawah kata itu tuliskan juga contoh katanya dalam sebuah kalimat bahasa Inggris.
Kemudian di belakang kartu itu, tulislah artinya dalam bahasa Indonesia (atau bahasa jawa juga bisa, kalau kamu lebih fasih bahasa jawa dibandingkan bahasa Indonesia ). Trus dibawahnya tulis juga arti dari kalimat bahasa Inggris yang kamu tulis di depan kartu itu.
Susah nulis kalimatnya ? Gampang kok, cari aja di kamus. Biasanya kamus yang bagus juga langsung menyebutkan penggunaan kata tersebut dalam contoh kalimat. Mungkin kamus itu agak sedikit mahal dibandingkan kamus yang tulisannya “100 Milyar kata Bahasa Inggris – Lengkap !”, tapi investasi kamu ga akan percuma kok. Lebih baik beli 2 kamus sekaligus. Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris.atau bisa jga pakai google translate tapi katanya agak acak2kn atau ga sesuai sama grammar tapi ga msalah sih klau kita mau sedikit irit atau terlalu pelit untuk mengeluarkan modal,,heheheh
Udah jadi ? Cukup 5 kartu aja kok perhari. Ga usah banyak-banyak dulu. Kalau kamu bisa ngapal 5 kata aja perhari, trus sebulan kamu bisa hapal 150 kata kan ? Nah dalam 8 bulan kamu udah bisa menghapal 1200 kata. Mudah kan ?
Memang membuat kartu-kartu ini sangat mudah, tapi konsistensi adalah hal yang paling sulit. Karena itu kamu harus menekankan di diri kamu kalau kamu ingin sungguh-sungguh belajar Bahasa Inggris. Insya Allah langkah kamu akan dimudahkan kok.
Banyakin Baca Blog Berbahasa Inggris
Karena saya blogger dan sya yakin seyakin yakinnya:) bnyak dari kita jg pengguna blog alias bloger, maka saya menganjurkan agar kalian banyak membaca blog-blog berbahasa inggris.
Awalnya sih akan sngat membingungkan karena semua artikelnya menggunakan bahasa Inggris (ya iyalah, masa’ bahasa Jawa ? hehehe). Tapi coba deh kita paksakan untuk membacanya blog tersebut. yang terpenting adalah kamu bisa mengerti maksud dari artikel itu. Bukan ngerti kata per kata.
Biasanya bahasa blog itu lebih mudah dimengerti dibandingkan bila kita membaca artikel bahasa Inggris dalam sebuah majalah, buku ataupun koran. Karena dalam majalah, buku ataupun koran itu, menggunakan bahasa Inggris yang kaku. Ga seperti blog yang menggunakan cara penyampaian seperti orang berbicara.
Nih aku kasih daftar blog yang bagus kamu baca untuk ningkatin kemampuan kamu berbahasa Inggris :
Ya, semua blog yang menggunakan bahasa inggris:) Jadi kalian sekaligus bisa belajar berbagai hal tentang blog. Sekali mendayung dua tiga pulau eh dua tiga blog terlampaui kan ?
Jadi belajar bahasa Inggris ga sulit lagi kan:)
sumber referensi: ada deh,,,heheheh
Minggu, 09 Desember 2012
FILOSOFI IKAN DAN KOLAM DALAM DUNIA KERJA
Dalam dunia kerja terutama swasta sangat
sering dijumpai turn over karyawan (terutama entry level) yang tinggi. Jika
ditelaah dari sisi luar sang karyawan mungkin dapat dimungkinkan bisa saja
karyawan mempunyai alasan kenapa dia pindah dari tempat bekerjanya.
Alasan itu sangat simpel,
hanya 3 alasan yang mungkin, yakni :
1. Gaji yang diberikan terlalu kecil
2. Suasana kerja yang tidak nyaman
3. Sudah tidak ada tantangan.
Namun sebenarnya ada sisi lain yang perlu
disimak, yakni tentang motif seorang karyawan dalam bekerja di suatu perusahaan
yang dikaitkan dengan fenomena turn over karyawan. Jika diibaratkan ikan adalah
karyawan, dan kolam adalah perusahaan tempat bekerja, maka terdapat suatu
filosofi yang menarik dalam dunia kerja. Filosofi ini lebih mengarah pada motif
tersebut, yakni kenapa ia ingin berpindah perusahaan
Pertama, filosofi yang
keliru :
1. Ingin menjadi ikan kecil di
kolam besar
Artinya si karyawan memilih perusahaan yang
besar dan memberikan fasilitas yang besar, walaupun dia tetap menjadi karyawan
level bawah terus, asalkan aman dan terjamin, serta bangga akan statusnya di
perusahaan yang besar
2. Ingin menjadi ikan besar di
kolam yang kecil
Artinya sang karyawan ingin menjadi “bos”
secara instant di perusahaan yang kecil. Jadi tanpa adanya saingan yang
kompetitif, ia sudah bisa menjadi minimal sebagai penyelia.
Kedua filosofi tersebut tidak bisa
dipungkiri adalah sebagian motif dari tenaga kerja entry level yang suka
berpindah-pindah kerja.
Seharusnya, ada motif ketiga bagi tenaga
kerja entry level yang baik dalam langkahnya bekerja, atau memilih pekerjaan
yakni:
” Menjadi ikan kecil yang akan terus
membesar dan kolamnya akan terus membesar karena keberadaannya”
artinya, dia akan menjadi karyawan yang dedikatif yang
bekerja keras membangun perusahaannya. Jika alasan ke-tiga ini tidak bisa
dilakukan, maka tak ada alasan untuk mempersalahkan sang ikan untuk meloncat ke
kolam yang lain
Jika seorang pemilik kolam (baca: pemilik
perusahaan) berhasil mendapatkan karyawan bermotif seperti ini, lalu dia mampu
menyadari bahwa ikan-ikannya ingin menjadi besar dan meyakinkan bahwa dia
bertekad membesarkan ikan dan kolamnya. Maka dapat dipastikan terjadi suatu
sinergi yang dahsyat dalam perusahaan itu.
Jadi Bagi sang ikan….luruskan motifmu dan
pilihlah kolammu
dan bagi pemilik kolam….rawatlah ikan dan
kolammu agar ikan-ikanmu tidak melompat ke kolam sebelah.
Pesan :
Dimana pun kita mendapatkan pekerjaan, jadikanlah pekerjaan itu sebagai HOBI. karena dari HOBI kita akan senang dalam melakukan sesuatu hal apapun. Dan dari situlah kita dapat menyesuaikan ruang lingkup kerja dengan karakter individual kita sendiri. Semoga bermanfaat.
Jumat, 07 Desember 2012
Loh, Bukankah Negeri Ini Mayoritas Muslim?
Segala puji hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai Muslim, dan merasakan nikmatnya hidup di negeri yang mayoritasnya adalah Muslim, Alhamdulillah.
Di sini, kita sebagai umat Islam dapat dengan mudah serta nyaman dalam menjalankan ibadah serta syari’at-syari’at Islam, tanpa tekanan, dan tanpa cacian.... Seharusnya demikian.
Tapi sungguh ironis, kenyataan yang terlihat tidak demikian. Umat muslim yang ingin menjalankan syariat islam secara total dan murni, mengalami banyak kesulitan. Fitnah tak henti- hentinya diberikan untuk mereka, penentangan juga terjadi dimana- mana. Lho bukankah negeri ini mayoritas Muslim?!
Ya, memang sangatlah aneh dan "Ajaib". Apalagi jika kita melihat bahwa hal tersebut banyak dilakukan oleh orang yang juga mengaku seorang muslim, yang mana dalam hati merekapun sebenarnya juga mengakui bahwa hanya Islam lah solusi dari semua carut marut keadaan negeri yang mereka saksikan setiap hari.
Dahulu, banyak dari mereka yang mengecam jilbab sebagai sesuatu yang kuno. Bahkan sampai sekarangpun, masih banyak kita dengar keluhan saudari-saudari Muslimah yang justru telah mendapat hidayah memakai jilbab dan mengenal Islam yang murni. Mereka dikatakan aneh, kuno, terpenjara, berkedok, ga keren, ga gaul, dan lain- lain. Lho bukankah mereka sendiri juga
seorang muslim?
Gambaran lain yang juga bisa kita dapati sekarang adalah umat muslim Palestina banyak dibantai oleh para Bani Israel. Tidak tanggung- tanggung, berita terbaru melaporkan jumlah mereka yang telah meninggal saja mencapai ribuan orang
Ya, memang sangatlah aneh dan "Ajaib". Apalagi jika kita melihat bahwa hal tersebut banyak dilakukan oleh orang yang juga mengaku seorang muslim, yang mana dalam hati merekapun sebenarnya juga mengakui bahwa hanya Islam lah solusi dari semua carut marut keadaan negeri yang mereka saksikan setiap hari.
Dahulu, banyak dari mereka yang mengecam jilbab sebagai sesuatu yang kuno. Bahkan sampai sekarangpun, masih banyak kita dengar keluhan saudari-saudari Muslimah yang justru telah mendapat hidayah memakai jilbab dan mengenal Islam yang murni. Mereka dikatakan aneh, kuno, terpenjara, berkedok, ga keren, ga gaul, dan lain- lain. Lho bukankah mereka sendiri juga
seorang muslim?
Gambaran lain yang juga bisa kita dapati sekarang adalah umat muslim Palestina banyak dibantai oleh para Bani Israel. Tidak tanggung- tanggung, berita terbaru melaporkan jumlah mereka yang telah meninggal saja mencapai ribuan orang
Tapi tetap saja hanya sedikit kelompok muslim yang tergerak untuk membela mereka dengan memberikan apapun yang mereka bisa. Sedangkan mayoritas yang lain, tetap tenang- tenang saja, walaupun berita sudah tersebar dan terpampang banyak di depan mata. Entah karena tidak perduli atau tidak mau kerepotan untuk perduli, suasana mereka pun tetap datar- datar saja, dan hati mereka tetap mati rasa.
Padahal Rasulullah telah mewasiatkan, “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).
Benar- benar, ketidakpahaman orang-orang yang mengaku Islam namun tidak berislam itu, telah menjadikan diri mereka sendiri asing dan bahkan sombong menghadapi aturan islam yang sebenar- benarnya. Tentu saja, arus budaya kafir lah yang menjadi pemicu utama semua ini
Padahal Rasulullah telah mewasiatkan, “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).
Benar- benar, ketidakpahaman orang-orang yang mengaku Islam namun tidak berislam itu, telah menjadikan diri mereka sendiri asing dan bahkan sombong menghadapi aturan islam yang sebenar- benarnya. Tentu saja, arus budaya kafir lah yang menjadi pemicu utama semua ini
Makna kuno sengaja dilekatkan atas islam berikut aturannya, dan akhirnya hal tersebut telah sukses memangkas kepintaran para para "muslim abal- abal" untuk menggunakan logika mereka dalam berpikir. Sebagai hasilnya, hanya kesuksesan sebagai plagiator sejati dan pengekor lah yang mereka dapatkan hari ini. Mereka telah terjerat dalam kungkungan budaya jahiliyah orang-orang kafir namun mereka begitu terlihat bangga. Sungguh sangat menyedihkan.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma
Nyatalah apa yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad SAW tersebut, bahkan dinegara yang mayoritas muslim, tapi tanpa adanya pemahaman ilmu islam yang benar, maka islam tetaplah akan menjadi sesuatu yang asing
Tapi betapa beruntungnya orang-orang yang tetap berpegang teguh pada ajaran islam yang murni, karena merekalah yang akan selalu berkarib dengan ridho Allah Subhanahu Wata'ala, walau banyak manusia tidak menyukainya.
jika Allah memang ada
Suatu ketika, seseorang mengeluh kepada sahabatnya tentang kesulitan hidupnya. Dia lalu menanyakan banyak hal. Sesaat kemudian, mereka berdua terlibat percakapan yang hangat.
Pertanyaan pertama diajukannya ...
Pertanyaan pertama diajukannya ...
"Apakah pernah kau berpikir, jika Allah memang ada, mengapa ya harus ada kesedihan dan air mata? bukankah gampang baginya untuk membuat semua hal menjadi bahagia?"
Sang sahabat dengan tenang menjawab, "Sahabatku...tanpa mengalami kesedihan, manusia tak akan tahu tentang sebuah kesyukuran saat mereka akhirnya bisa berbahagia. Jika manusia tak pernah bersedih, mereka juga akan mudah lupa tentang indahnya semangat bangkit dari keterpurukan.
Kesedihan akhirnya juga menuntun manusia untuk menyadari bahwa tiada kesempurnaan sebuah bahagia, kecuali jika dia meletakkan segalanya hanya kepada Allah yang maha kuasa.
Sang sahabat dengan tenang menjawab, "Sahabatku...tanpa mengalami kesedihan, manusia tak akan tahu tentang sebuah kesyukuran saat mereka akhirnya bisa berbahagia. Jika manusia tak pernah bersedih, mereka juga akan mudah lupa tentang indahnya semangat bangkit dari keterpurukan.
Kesedihan akhirnya juga menuntun manusia untuk menyadari bahwa tiada kesempurnaan sebuah bahagia, kecuali jika dia meletakkan segalanya hanya kepada Allah yang maha kuasa.
Dia kemudian bertanya kembali, "Lalu, jika Allah memang ada, mengapa harus ada kegagalan? Bukankah mudah bagiNya untuk membuat segalanya selalu dalam keadaan berhasil?"
Sang sahabat kembali menjawab, "InshaAllah dengan berlalunya waktu, manusia akan menyadari bahwa kegagalan selalu mengajarkan pentingnya semangat "sekali lagi". Sebuah semangat yang akan mendekatkan kita pada sebuah keberhasilan dan kesuksesan yang sebenarnya.
Sang sahabat kembali menjawab, "InshaAllah dengan berlalunya waktu, manusia akan menyadari bahwa kegagalan selalu mengajarkan pentingnya semangat "sekali lagi". Sebuah semangat yang akan mendekatkan kita pada sebuah keberhasilan dan kesuksesan yang sebenarnya.
Kegagalan menjadikan manusia tegar dalam cobaan, dan tetap rendah hati saat dia telah berhasil. Dengan itu pula terseleksilah mana- mana manusia yang kuat dan mana saja manusia yang lemah.
Kegagalan juga mengajarkan sebuah sifat mulia yaitu menghargai. Lihatlah para manusia yang pernah gagal dalam sesuatu, dia akan melangkah dengan hati- hati dan lebih menghargai, karena dia telah menyaksikan sendiri dan merasakan sendiri bagaimana susahnya menjadi manusia yang gagal. Setelah itu, saksikanlah pula, bahwa akan ada sesuatu yang membaik dalam hidupnya.
Kegagalan juga mengajarkan sebuah sifat mulia yaitu menghargai. Lihatlah para manusia yang pernah gagal dalam sesuatu, dia akan melangkah dengan hati- hati dan lebih menghargai, karena dia telah menyaksikan sendiri dan merasakan sendiri bagaimana susahnya menjadi manusia yang gagal. Setelah itu, saksikanlah pula, bahwa akan ada sesuatu yang membaik dalam hidupnya.
Selain itu, Allah ingin menguji siapa yang serius untuk menjauh dari hal yang bernama gagal. Allah juga ingin melihat siapa hambanya yang serius berusaha untuk itu, dan siapa yang tidak. Bayangkan jika di dunia ini, semua hal bisa di dapat dengan mudah tanpa ada cambuk dari sebuah kegagalan, pasti tidak akan seru lagi hidup kita ini, kan?
Masih dengan rasa penasaran yang hebat, pertanyaan kembali dihadirkan olehnya, "Jika Allah memang ada, kenapa harus hambanya menjadi seorang miskin dan yang lain kaya?"
Tetap dengan senyum, sang sahabat menjawab, "Pernahkan kau melihat orang kaya yang tak bisa menikmati kekayaannya dan malah menjadikan semuanya itu terasa kosong dikehidupannya?. Pernahkah juga kau menyaksikan, orang miskin yang dengan ringan bisa tertawa riang tanpa beban, walau mereka tidak tahu apa yang akan mereka makan besok?. Allah telah banyak memiskinkan orang kaya karena terlalu sibuknya mereka dengan harta, dan mengkayakan orang miskin lantaran luasnya hati mereka menyikapi kehidupan. Sungguh, bukan banyaknya atau sedikitnya harta yang membahagiakan, namun hanya sebuah keberkahan yang terkandung di dalamnya lah yang mendamaikan batin kita, dan itulah yang sebenar-benarnya kita butuhkan.
Allahpun juga ingin menguji, siapa hambanya yang tetap pada jalanNya, bahkan saat dia kaya ataupun miskin. Bukankah harta adalah salah satu yang menggelitik batin manusia untuk mudah berpaling dariNya?
Allah juga mengajarkan bahwa jika kau ingin beroleh banyak harta, maka kerja keraslah yang harus kita lakukan, atau kemiskinan akan mendera kehidupan kita. Kau rajin maka kau kaya, kau malas maka kau akan miskin, dengan semua itu bukankah Allah itu sudah sangat maha adil?"
Selanjutnya, seperti tidak mau kalah, pertanyaan bertubi- tubi pun tetap dilontarkannya. "Lalu bisakah kau menjelaskan mengapa harus ada sebuah kekurangan di dunia ini? bukankah dengan kuasaNya, Allah bisa melebihkan kita atas segala hal?. Dan bagaimana pula dengan sebuah kekalahan? Mengapa dia biarkan manusia mengalami kekalahan?"
Sang sahabat menjawab, "Jika engkau hidup dalam kekurangan, tahukah kau sebenarnya itulah cara Allah menyayangmu. Kau akan selalu dekat dengannya. Kau akan sangat ringan menengadahkan tanganmu dalam memohon, kau akan sangat tulus dalam menangis saat meminta, dan kau akan merendahkan dirimu demi terkabulnya doa-doamu. Sampai- sampai kau tak punya waktu lagi untuk berbuat dosa kepadaNya. Dan ketika semua itu tercapai, kau akan menyadari bahwa yang kau perlukan sebenarnya hanyalah Allah saja, maka hidupmu akan terasa sangat lengkap dan berlebih.
Dan tentang sebuah kekalahan, tahukah kau bahwa Dia sangat menyayangmu sehingga Allah tidak ingin melihatmu sombong dengan terus menerus memberikan kemenangan. Dia ingin menegaskan kepadamu bahwa sifat sombong itu tidak pantas untukmu. Bahwa diatas langit masih ada langit. Bukankah Allah itu sangat baik dengan tetap menjagamu untuk selalu menjadi manusia yang rendah hati dan mau terus menerus memperbaiki untuk menjadi seorang pemenang?
Allahpun juga ingin menguji, siapa hambanya yang tetap pada jalanNya, bahkan saat dia kaya ataupun miskin. Bukankah harta adalah salah satu yang menggelitik batin manusia untuk mudah berpaling dariNya?
Allah juga mengajarkan bahwa jika kau ingin beroleh banyak harta, maka kerja keraslah yang harus kita lakukan, atau kemiskinan akan mendera kehidupan kita. Kau rajin maka kau kaya, kau malas maka kau akan miskin, dengan semua itu bukankah Allah itu sudah sangat maha adil?"
Selanjutnya, seperti tidak mau kalah, pertanyaan bertubi- tubi pun tetap dilontarkannya. "Lalu bisakah kau menjelaskan mengapa harus ada sebuah kekurangan di dunia ini? bukankah dengan kuasaNya, Allah bisa melebihkan kita atas segala hal?. Dan bagaimana pula dengan sebuah kekalahan? Mengapa dia biarkan manusia mengalami kekalahan?"
Sang sahabat menjawab, "Jika engkau hidup dalam kekurangan, tahukah kau sebenarnya itulah cara Allah menyayangmu. Kau akan selalu dekat dengannya. Kau akan sangat ringan menengadahkan tanganmu dalam memohon, kau akan sangat tulus dalam menangis saat meminta, dan kau akan merendahkan dirimu demi terkabulnya doa-doamu. Sampai- sampai kau tak punya waktu lagi untuk berbuat dosa kepadaNya. Dan ketika semua itu tercapai, kau akan menyadari bahwa yang kau perlukan sebenarnya hanyalah Allah saja, maka hidupmu akan terasa sangat lengkap dan berlebih.
Dan tentang sebuah kekalahan, tahukah kau bahwa Dia sangat menyayangmu sehingga Allah tidak ingin melihatmu sombong dengan terus menerus memberikan kemenangan. Dia ingin menegaskan kepadamu bahwa sifat sombong itu tidak pantas untukmu. Bahwa diatas langit masih ada langit. Bukankah Allah itu sangat baik dengan tetap menjagamu untuk selalu menjadi manusia yang rendah hati dan mau terus menerus memperbaiki untuk menjadi seorang pemenang?
Mendengar penjelasan sahabatnya, sebuah pertanyaan kembali diajukan "Bagaimana halnya dengan rasa sakit? Jika Allah memang ada, kenapa dia membiarkan kesakitan mendera tubuh dan hati manusia?"
Kesakitan yang terus menerus yang dirasakan manusia sebenarnya hanyalah peringatan kepada manusia tentang efek kejahatan mereka sendiri. Allah Subhanahu wata'ala juga ingin menyadarkan manusia, bahwa sebenarnya hanya Dia lah yang maha menyembuhkan. Hanya dengan mendekat kepadaNya manusia akan sembuh dari segala sakitnya. Allah selalu ingin kau berakrab dengan kita, bahkan saat semua manusia meninggalkan kita sendirian dalam kesakitanmu. Percayalah bahwa baik ataupun buruk yang terjadi kepadamu, Allah senantiasa menyayangmu dan tak akan pernah mendholimimu.
Setelah menjawab banyak pertanyaan tersebut, sang sahabat ganti bertanya kepadanya "Sekarang jawablah pertanyaanku. Jika memang Allah jelas- jelas ada, mengapa kau masih menyembah sesuatu yang lain selainNya?. Mengapa kau masih berharap kepada yang lain selain pada ridhoNya?. Bukankah Allah adalah yang maha kuasa untuk menghidupkan bahkan mematikanmu?
Jika Allah itu memang ada, mengapa kau masih kerap berputus asa dan bersedih atas dunia?. Bukankah rejeki bahkan jatah nafasmu telah dihitung dan bahkan dijamin kepastiannya?. Dahulu kau terlahir bahkan tanpa bekal apapun, namun kini mereka telah menjadi seseorang manusia yang utuh yang mengenal dunia.
Kesakitan yang terus menerus yang dirasakan manusia sebenarnya hanyalah peringatan kepada manusia tentang efek kejahatan mereka sendiri. Allah Subhanahu wata'ala juga ingin menyadarkan manusia, bahwa sebenarnya hanya Dia lah yang maha menyembuhkan. Hanya dengan mendekat kepadaNya manusia akan sembuh dari segala sakitnya. Allah selalu ingin kau berakrab dengan kita, bahkan saat semua manusia meninggalkan kita sendirian dalam kesakitanmu. Percayalah bahwa baik ataupun buruk yang terjadi kepadamu, Allah senantiasa menyayangmu dan tak akan pernah mendholimimu.
Setelah menjawab banyak pertanyaan tersebut, sang sahabat ganti bertanya kepadanya "Sekarang jawablah pertanyaanku. Jika memang Allah jelas- jelas ada, mengapa kau masih menyembah sesuatu yang lain selainNya?. Mengapa kau masih berharap kepada yang lain selain pada ridhoNya?. Bukankah Allah adalah yang maha kuasa untuk menghidupkan bahkan mematikanmu?
Jika Allah itu memang ada, mengapa kau masih kerap berputus asa dan bersedih atas dunia?. Bukankah rejeki bahkan jatah nafasmu telah dihitung dan bahkan dijamin kepastiannya?. Dahulu kau terlahir bahkan tanpa bekal apapun, namun kini mereka telah menjadi seseorang manusia yang utuh yang mengenal dunia.
Jika Allah memang ada, mengapa kau masih mengeluh atas kesengsaraan, dan kegagalan, akibat ulah tanganmu sendiri? bukankah Allah itu maha penolong?. Mengapa kau tak lantas membuang egomu jauh- jauh, menengadahkan tangan dan bersujud memohon ampun serta pertolongan kepadaNya. Malah kau sibuk memprotes Allah, dengan begitu banyak pertanyaan?
Mendengar hal itu, dia hanya terdiam tanpa bisa menjawab apapun.
Sang sahabat kemudian meneruskan perkataannya "Ketahuilah sahabatku, Allah memang ada, dia menyayangmu dengan caraNya, dia mengawasimu bahkan dengan cara yang Maha detail dari yang pernah kau kira, Dia tetap menemanimu saat kau butuh atau saat kau acuh. Yang kau perlukan hanyalah percaya, bahwa Allah itu benar- benar ada. Dia dekat dengan para pemilik hati yang teduh, dengan jiwa yang damai, dan sikap yang indah, yang percaya bahwa Allah itu maha pengasih dan tidak pernah meragukan atau bahkan mempertanyakan "Jika Allah memang ada,mengapa aku begini dan begitu...?"
Langganan:
Postingan (Atom)

